Jumat, 10 Februari 2012

dokter gigi yg menyebalkan

sore2....lg menikmati teh dan menikmati sepotong cake.....
tiba-tiba, "crak". Ternyata tambalan gigi ku lepas.

Mencari refrensi Drg. (dokter gigi) yg bisa berbahasa inggris. Dapat refrensi dari teman.
Telfon Drg. untuk bikin janji. Ditanya "apakah sakit? tidak". Dapat termin untuk 2 minggu. *lamanya....

Tibalah hari H, harus ke Drg.
Sampai di tempat, lapor, isi formulir. Tidak sampai 30menit, diriku dipanggil.
Masuk, duduk di kursi gigi.
Drg: Hallo, gigi yang mana sakit:
me : bawah belakang.
Drg: udh tdk bisa diperbaiki. Cuma bisa di cabut.
me : oo....kl gitu tdk usah di cabut. (krn gigi ini udh pernah perawata akar, gpp kl dibiarkan)
Drg: ok.
me : tapi gigi saya yang lain juga ada masalah.
Drg: yg mana?
me : saya tunjuk.
Drg: hmm.....kamu bikin janji lg utk gigi yg lain.
me : WHAAATTTSS.......

Dapat termin lagi untuk 2 bulan kemudian. Yang ada gigiku tambah sakit.... :(((
dan Drg-nya tidak ramah, tidak nanya perawatan gigi sebelum nya. Apakah giginya pernah di cabut atau tidak. Tidak ada status gigi.
Aneh banget rasanya, seorang dokter gigi tidak punya status pasien. Tidak bertanya perawatan gigi sebelumnya.
Apakah dia Drg???
Dan saya tidak mau kembali ke Drg ini.

Kesan: dia bukan Dokter Gigi tapi Tukang Gigi. 

Kamis, 02 Februari 2012

1 Februari 2012

Mulai hari ini saya akan magang di lab suami. Ecek-ecek nya jadi asisten suami :)
Tujuan magang di lab, persiapan untuk sekolah. Rencananya mau ngelanjutin S2 disini. Dan sekolah nya di lab tempat suami sekolah juga. Dan sekolah nya berbahsa inggris, sekalain ngelancari inggris-nya. 

Untungnya sebagian teman-teman di lab, saya sudah kenal. Mereka semua nya baik dan welcome banget.
Sampe-sampe Zaina menggusur teman sebelahnya, agar saya duduk tepat di samping nya. Hihihihi.....

Mulai sekarang makan siang di lab. Dan akan jarang bikin cake dan masakan yg repot. Makan nya pasta, roti, nuget ikan, wrap, sup gemuse, pokoknya semua yg instan dan cepat masaknya, hihhihii.....
Dan otomatis makannya lebih teratur.

Red Velvet Cupcake

Bikin ke nya sebulan yang lau, tapi baru sempat di posting sekarang.
Kue ini di bikin untuk tetangga ku yang ber ulang tahun pd tgl 25 Januari. Ini ultah nya yang ke 56 tahun. Tadi nya mau bikin torte, tapi malas menghias nya...... Jadi nya bikin cupcake deh....*dasar pemalas.
Ini baru pertama kali bikin Red Velvet. resep nya ku intip dari sini

Bahan :
- 125 gr tepung terigu protein sedang
- 1/4 sdt baking powder
- 1/4 sdt garam

- 1 sdm (15 gr) cokelat bubuk
- 57 gr mentega tawar
- 150 gr gula pasir
- 1 butir telur
- 1/4 sdt vanilla bubuk
- 120 ml buttermilk
- 1 sdm pewarna makanan merah
- 1/2 sdt cuka
- 1/2 sdt baking soda

Cara membuat :
  1. Panaskan oven 175 C. Pasang paper cup 12 buah ke dalam loyang muffin .
  2. Campur tepung terigu, cokelat bubuk, garam dan baking powder, ayak.
  3. Kocok mentega dan vanila bubuk menggunakan mixer sekitar 2 menit. Tambahkan gula dan lanjutkan mengocok hingga mengembang sekitar 2-3 menit. Masukkan telur dan kocok hingga rata.
  4. Dalam gelas ukur, campur buttermilk dan pewarna merah. Aduk hingga rata.
  5. Dengan mixer kecepatan rendah masukkan bergantian tepung dan buttermilk dalam 3 tahap dimulai dengan tepung dan diakhiri dengan tepung lagi.
  6. Dalam gelas kecil campur baking soda dan cuka. Biarkan sampai bunyi berdesis dan segera campur ke dalam adonan kue. Aduk rata.
  7. Tuang adonan ke dalam loyang muffin yang sudah dialas paper cup. Lakukan dengan cepat karena baking soda mulai bekerja.
  8. Panggang selama 18-23 menit.
Selamat mencoba. 
Fotonya menyusul ya......kameranya di rumah. 

    Rabu, 01 Februari 2012

    Rekreasi ke Altenberg.


    Acara bulanan FORMID bulan januari di Altenberg, sekalian liburan. Karena bulan ini adalah bulan ujian bagi para mahasiswa. So kalo dibuat pertemuan seperti biasa (kumpul di Mas Kade Haus) bakal sepi yg datang. Dan yg masak juga pada sepi. Lebih baik kita buat acara jalan-jalan bagi yang mau ikut ^_^

    Suasana di Altenberg


    Altenberg salah satu kota di provinsi Sachsen. Ini adalah kota pegunungan. Kalo udah winter, salju disini sangat tebal dan cocok untuk bermain ski, langlaufen atau seluncuran dengan rodel.
    seluncuran dgn Rodel.
    Dan tahun ini salju di kota Dresden tidak ada. Kemaren salju turun, tp langsung mencair. Karena suhu nya masih 3-9*C. Masih kategori hangat untuk winter.
    Sekarang, suhu di Dresden -15* tapi tidak ada salju..... :(

    Acara jalan ke Altenberg cuma 10 orang, tp seruuuu lho.......
    Secara yang pigi orang nya heboh-heboh. Kita ampe buka lapak, minum teh, wedang jahe, kopi, makan roti. *no alkohol. Persiapan sudah matang dari rumah. Hihiii..... :))

    buka lapak, teh, wedang jahe, kopi, semua nya ada. ^_^
    Add caption


    Berharap tahun depan masih bisa menikmati winter. ^_^
    Foto-fotonya menyusul ya... 


    *foto by Adhi Nugraha





    Jumat, 06 Januari 2012

    Sabe.......

    Aku kepengen "SABE".........*teriakku*
    Yang bisa membuat Sabe ini hanya suami ku.
    Ini sebagai tambahan lauk atau sama seperti sambel posisi-nya.
    Tapi rasanyaaa........Makkkknyyuuusss.......enaaaakkkk bangeeettt......
    dan membuatnya sangat simpel, tapi capek nguleknya. Dan saya tau "sabe" ini semenjak nikah, suamiku yang buatin.....katanya ini makan orang Aceh.
     I love u Hans... ^_^

    Ini resepnya, tapi semua dikira-kira. Tidak ada takaran yang pasti, sesuai dengan selera.



    Bahan:
    Ebi (udang kecepe *bahasa medan), disangrai dulu sampe kering.
    Bawang merah
    Cabe rawit
    Jeruk nipis

    Semua di ulek sampe halus, kemudian tambahin perasan jeruk nipis.

    Selamat mencoba......awas ketagihan.... ^_^

    Kamis, 05 Januari 2012

    Chocolate Chiffon Cake

    Tanggal 4 Januari 2010 merupakan hari bersejarah bagiku. Dimana sebuah proses di mulai  pada tanggal tersebut. Dan aku mulai merubah diri. Dan itu sangat indaaahhh.... ^_^
    Maka hari ini saya akan buat kue yang udah lama pengen kucoba. 
    Setelah dibuat, kue nya emang enak dan lembut banget. Serasa makan kapas.
    Dan cake ini sangat disukai anak-anak.....yippie.... ^_^



    Chocolate Chiffon Cake
    Original Recipe by Primarasa


    Bahan:
    50 gr         coklat bubuk
    175 ml      air panas
    sejimpit garam
    175 gr       terigu, ayak
    350 gr      gula kastor
    1/2 sdt     soda kue
    1 sdt          baking powder
    85 ml        minyak goreng
    400 gr      putih telur [dari lk 10 butir telur @ 70 g (berat dengan kulit)]
    10 kuning telur
    1 sdt vanili bubuk/extract (optional)


    Hiasan:
    Gula bubuk

    Cara Membuat:

    • Panaskan oven pada suhu 180 derajat Celsius. Siapkan loyang chiffon diameter 25 cm, lumuri dgn mentega dan tpg. terigu. 
    • Larutkan coklat bubuk dan garam dengan air panas, aduk dgn pengocok kawat hingga licin & halus, sisihkan.
    • Campur terigu, 2 sdm gula kastor, soda kue, baking powder, aduk rata. Buat lubang di tengahnya, tuang minyak goreng, kuning telur, larutan coklat, dan vanili. Aduk dengan pengocok kawat hingga licin, sisihkan.
    • Kocok putih telur dengan mikser kecepatan sedang hingga berbusa, masukkan gula kastor sedikit demi sedikit, kocok sampai putih telur membentuk ujung tumpul waktu mikser diangkat.
    • Masukkan putih telur dalam 3-4 tahapan ke dalam adonan tepung-telur, aduk lipat (folding) dengan spatula hingga rata.
    • Tuang adonan ke dalam loyang, 1/3 dr tinggi loyang. Jangan penuh, krn kue akan mengembang. Banting sedikit 2-3 kali, panggang dalam oven hingga masak (lk 50 menit) atau adonan tidak menempel ketika ditusuk dengan lidi. 
    • Angkat kue dari oven, balikkan loyang hingga kue dingin (lk 1 1/2 jam).Keluarkan kue dari loyang dengan bantuan spatula/pisau panjang. Balikkan kue ke rak kawat, balik sekali lagi ke piring saji sehingga kue dalam posisi berdiri. Hias sesuka hati.

     Hasil adonan dari resep ini banyaakkk.....setelah diisi ke loyang chiffon cake-nya, sisa nya kumasukkan ke cetakan cupcake, tp tdk pake kertas mangkoknya. Dan hasilnya......dalam cake nya kopong....resep ini BUKAN UNTUK CUPCAKE. 
    Kalau mau bikin untuk 1 loyang, cukup 1/2 dari resep ini. 
    Note:
    • Gunakan coklat bubuk berkualitas bagus. Kadang kala kue coklat gak nendang bukan karena jumlah coklatnya kurang, tapi karena kualitas coklatnya kurang baik. Pilih yang wangi dan ‘dalam’ rasanya.
    • Ketika gula masuk ke putih telur, adonan akan terlihat turun dan agak mencair. Ini wajar. Teruskan mengocok. Jika putih telur benar-benar bersih, pada akhirnya adonan akan kaku seperti adonan krim (soft peak) walaupun agak lama (tergantung kekuatan mikser).
    • Jika ada lebihan kuning telur (sisa dari 400 g putih telur), kuning telur tersebut boleh ditambahkan ke adonan tepung-telur.

    Cenil

    Akhir tahun.....di rumah aza, malas keluar. Banyak yang iseng, melempari mercon (petasan) bikin kita terkejut dan jantungan..... :((  Dan masyarakat disini banyak yang takut ato malas keluar pada malam tahun baru (pd umum-nya orang tua) dengan alasan yang sama dengan diriku.
    Berhubung besok ada undangan makan siang, malam ini kita bikin Cenil untuk di bawa besok... ^_^

    Resepnya saya dapat kan dari Umi-ku (mama). Pagi-pagi nelpon umi nanya resepnya. Sekalian melepas kangen.... ^_^


    BAHAN:

    • 500 gr   tepung kanji (tapioka)
    • 250 ml  air panas
    • pewarna makanan (merah, hijau, kuning)
    • kelapa parut
    • 1/2 sdt  garam


    KUAH:

    • 250 gr   gula merah
    • 2 sdm    gula pasir
    • sejumpit garam
    • 1 lembar daun pandan (diikat)

    Rebus semua bahan KUAH hingga mendidih. Sisihkan.


    Cara Membuat:

    •  Campur kelapa parut dan garam, aduk rata, lalu kukus selama 15-20 menit. Angkat, sisihkan.
    •  Siapkan tpg. kanji di mangkok besar, tunag air panas seikit demi sedikit sambil diuleni. Aduk hingga adonan bisa dibentuk. (adonan sudah tidak lengket di tangan.)
    • Bagi adonan menjadi 3 bagian. Beri masing-masing pewarna, uleni hingga pwarna merata.
    • Didihkan air dan daun pandan secukupnya. Cubit adonan sebesar kelereng, letakkan di telapan tangan, bentuk seperti cabe rawit. Masukkan ke ari mendidih hingga mengapung.
    • Angkat, rendam sebentar di air matang dingin. Tiriskan.
    • Campurkan cenil dengan kelapa parut, aduk rata. 
    • Siap dinikmati dengan kuah gula merah-nya.

    Selamat mencoba.... ^_^